![]() |
| Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, saat menyambut Presiden RI Prabowo Subianto |
JAKARTA, Lintasmelayu.com – Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menegaskan bahwa kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto yang berpihak langsung kepada petani menjadi faktor kunci percepatan terwujudnya swasembada pangan nasional. Dalam satu tahun kepemimpinan Prabowo, berbagai program pemerintah dinilai nyata menyentuh kebutuhan petani di akar rumput.
Don menyampaikan, kebijakan yang dirasakan langsung oleh petani telah menghadirkan suasana optimistis di desa-desa. Beberapa langkah strategis yang diapresiasi antara lain penurunan harga pupuk, penyerapan gabah dan jagung hasil panen petani, serta penghentian impor sejumlah komoditas pangan.
“Program-program Pak Prabowo benar-benar menyentuh petani di tingkat bawah. Inilah yang selama ini dinantikan oleh petani dan masyarakat desa,” ujar Don saat menghadiri acara pengumuman swasembada pangan dan panen raya satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto di Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).
Don Muzakir yang juga merupakan penerima Satya Lencana Wira Karya menilai capaian swasembada pangan menjadi bukti konkret keberpihakan negara terhadap petani. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kebijakan yang memberikan kepastian harga dan pasar bagi hasil panen petani.
Tani Merdeka Indonesia sendiri merupakan organisasi yang lahir dari gabungan kelompok tani, pelaku usaha pertanian, perikanan, dan perkebunan yang selama ini bersentuhan langsung dengan persoalan di pedesaan. Sejak awal, organisasi tersebut meyakini kepemimpinan Prabowo akan membawa peningkatan kesejahteraan bagi petani.
“Saya keliling Indonesia, dari Aceh sampai Papua, petani merasakan kebahagiaan dengan program-program yang dicanangkan Presiden Prabowo,” ungkap Don.
Ia juga sepakat dengan pernyataan Presiden Prabowo yang menempatkan petani sebagai pahlawan pangan bangsa. Menurut Don, keberlanjutan swasembada pangan hanya bisa terwujud jika petani terus menanam dan memanen.
“Kalau petani tidak menanam dan tidak memanen, lalu dari mana kita mendapatkan pangan?” katanya.
Don menambahkan, kebijakan penghentian impor jagung serta optimalisasi penyerapan hasil panen membuat harga lebih adil bagi petani. Saat ini, harga jagung diserap di kisaran Rp5.500 per kilogram, sementara gabah padi berada pada rentang Rp6.500 hingga Rp7.000 per kilogram, tergantung kualitas.
Dengan kebijakan tersebut, margin keuntungan petani meningkat, sekaligus menjaga stabilitas harga beras bagi konsumen.
Ke depan, Don Muzakir menekankan pentingnya modernisasi alat dan mesin pertanian untuk meningkatkan produktivitas. Modernisasi tersebut, kata dia, harus didukung ketersediaan energi, khususnya solar, agar aktivitas pertanian berjalan optimal.
Di akhir pernyataannya, Don Muzakir bersama seluruh anggota dan kelompok tani memanjatkan doa agar Presiden Prabowo Subianto senantiasa diberikan kesehatan sehingga dapat terus membela kepentingan masyarakat kecil.
“Bagi kami, panglima petani, bosnya petani, adalah Pak Prabowo yang terus membela rakyat bawah,” pungkasnya.
Editor : Adel

إرسال تعليق