Imbas Demo di Depan Polda Riau, Pedagang Takjil Mengaku Dagangan Banyak Tersisa

Imbas demo depan Polda Riau, pedangang takjil mengeluh.

PEKANBARU, Lintasmelayu.com 
– Aksi demonstrasi yang dilakukan massa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (BEM UMRI) di depan Polda Riau, Jumat (6/3/2026), memicu kemarahan para pedagang takjil yang berjualan di kawasan Jalan WR Supratman, tepat di samping lokasi aksi.

Demonstrasi yang berlangsung menjelang waktu berbuka puasa tersebut menyebabkan arus lalu lintas di sekitar Jalan Pattimura dan Jalan WR Supratman tersendat.

Kondisi itu berdampak langsung terhadap aktivitas para pedagang takjil yang biasanya ramai dikunjungi masyarakat setiap sore selama bulan Ramadan.

Kerumunan massa aksi serta kemacetan yang terjadi membuat banyak pembeli enggan berhenti. Akibatnya, dagangan para pedagang menjadi sepi dan sebagian mengaku mengalami kerugian.

Merasa aktivitas ekonomi mereka terganggu, sejumlah pedagang kemudian berkumpul dan mendatangi massa aksi. Mereka secara langsung meminta mahasiswa BEM UMRI menghentikan demonstrasi dan membubarkan diri dari lokasi.

Situasi sempat memanas ketika para pedagang menyampaikan protes dengan nada keras. Beberapa di antaranya bahkan mendesak agar aksi tersebut segera dihentikan karena dianggap tidak memiliki empati terhadap masyarakat kecil yang sedang mencari nafkah.

Salah seorang pedagang takjil di kawasan Jalan WR Supratman, Rahmat (38), mengaku kecewa dengan aksi mahasiswa yang dinilai tidak memperhatikan dampak terhadap masyarakat sekitar.

"Kalau mau demo silakan saja, tapi jangan di jam orang cari makan. Ini bulan puasa, kami berharap ramai pembeli untuk jualan takjil. Gara-gara demo ini jalan macet, pembeli susah berhenti dan dagangan kami banyak yang tidak laku,” ujarnya dengan nada kesal.

Mahasiswa diharap menunjukkan kepedulian kepada kondisi sosial dan ekonomi warga sekitar, terutama pada bulan Ramadan ketika banyak pedagang kecil menggantungkan penghasilan dari penjualan takjil.

"Adek-adek, kok kalian demonya sore. Kami dulu juga mahasiswa, tapi demo pagi-pagi. Ini sore-sore saat kami jualan, mau ngapain," ujar seorang pedagang perempuan dengan nada kesal karena jalan menuju tempat jualannya ditutup.

Aparat kepolisian dari Polda Riau yang berjaga di lokasi berupaya meredam ketegangan antara pedagang dan massa aksi. Petugas juga mengatur arus lalu lintas untuk mencegah kemacetan yang lebih parah.

Akibat tekanan dan protes dari para pedagang, massa mahasiswa akhirnya mulai membubarkan diri secara bertahap menjelang waktu berbuka puasa.


(Cc/Adel)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama