Karhutla Kembali Melanda Riau, Hampir 60 Hektare Lahan Gambut di Pelalawan Terbakar



Pelalawan, Lintasmelayu.com -Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Provinsi Riau. Kali ini, lahan gambut seluas hampir 60 hektare di Desa Sokoi, Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan, dilaporkan terbakar sejak beberapa hari terakhir.


Kepala Daerah Operasi (Kadaops) Manggala Agni Dumai, M. Ilham Sidik, mengatakan tim Daops Manggala Agni VII Rengat telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman sejak Sabtu (30/5/2026).


"Estimasi lahan yang terbakar seluas 60 hektare dengan vegetasi berupa semak belukar, pakis, dan perkebunan kelapa milik masyarakat," ujarnya kepada Beritasatu.com, Senin (1/6/2026).


Ilham menjelaskan, petugas menghadapi berbagai kendala dalam proses pemadaman. Selain kondisi lahan gambut yang kering, kedalaman gambut yang cukup tinggi membuat api sulit dipadamkan secara menyeluruh.


Hembusan angin yang cukup kencang serta banyaknya semak belukar kering turut mempercepat penyebaran api. Kondisi tersebut menambah tantangan bagi petugas dalam upaya pemadaman.


Menurut Ilham, lokasi kebakaran merupakan lahan gambut dengan sumber air terbatas yang berasal dari parit cacing berkedalaman sekitar satu meter. Kondisi tersebut membuat petugas harus bekerja ekstra untuk memadamkan api.


"Jenis lahannya gambut dengan sumber air terdekat berupa parit cacing dengan kedalaman sekitar satu meter. Manggala Agni Rengat bersama TNI dan Polri serta Pemerintah Desa Sokoi berusaha sekuat tenaga memadamkan api agar tidak meluas ke wilayah sekitar," katanya.


Berkat usaha dan kerja sama berbagai pihak, api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sehingga tidak menyebar ke area yang lebih luas. Saat ini, petugas masih berada di lokasi untuk melakukan pendinginan guna mencegah munculnya kembali titik api di bawah permukaan gambut.


"Kepala api sudah berhasil kita kendalikan dan penanganan selanjutnya kita melanjutkan pendinginan," pungkas Ilham.


Pendinginan terus dilakukan mengingat karakteristik lahan gambut yang memungkinkan bara api tetap tersimpan di bawah permukaan tanah dan berpotensi memicu kebakaran kembali apabila tidak ditangani secara tuntas.


Editor: Fitriani

Post a Comment

أحدث أقدم