Pemko Pekanbaru Jamin Anak di Wilayah Perbatasan Tetap Mendapat Akses Pendidikan






Pekanbaru, Lintasmelayu.com Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, memastikan anak-anak yang tinggal di wilayah perbatasan Kota Pekanbaru dengan kabupaten lain tetap dapat mengakses pendidikan di Pekanbaru.


Hal itu merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru dalam menjalankan program Zero Putus Sekolah agar tidak ada anak usia sekolah yang kehilangan hak memperoleh pendidikan.


Agung mengatakan, Pemko Pekanbaru akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah yang berbatasan langsung, termasuk Kabupaten Kampar, agar persoalan administrasi tidak menjadi kendala bagi anak-anak yang berdomisili di wilayah perbatasan untuk bersekolah di Pekanbaru. Menurutnya, faktor jarak ke sekolah juga menjadi salah satu penyebab anak tidak melanjutkan pendidikan.


"Kami akan berkomunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Kampar. Saya menjamin tidak ada anak warga Pekanbaru yang putus sekolah karena pendidikan merupakan fondasi masa depan anak-anak. Saat ini kami fokus menyelesaikan tahapan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB). Setelah itu, pemerintah akan melakukan pendataan dan mencarikan solusi bagi anak-anak Pekanbaru yang belum mendapatkan sekolah. Itulah program Zero Putus Sekolah," ujar Agung, Jumat (26/6/2026).


Ia menegaskan, Pemko Pekanbaru akan membantu anak-anak yang tinggal di wilayah perbatasan agar tetap memperoleh akses pendidikan, termasuk mereka yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) dari daerah lain. Namun, proses SPMB tetap harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


"Selama mereka tinggal di Pekanbaru atau kawasan perbatasan, kami akan membantu dan memantau agar mereka tetap bisa bersekolah. Namun, proses SPMB harus diselesaikan sesuai aturan agar tidak menimbulkan persoalan. Warga yang tinggal di Pekanbaru, apa pun asal KTP-nya, silakan melapor dan akan kami carikan solusi agar anak-anak tetap memperoleh hak pendidikan," katanya.


Editor: Fitriani

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama