Andi Darma Minta Pemprov Riau Tetapkan Harga Kelapa Secara Objektif




Inhil, Lintasmelayu.com -Anggota DPRD Riau, Andi Darma Taufik, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bersama perusahaan pembeli kelapa menetapkan harga kelapa secara objektif. Permintaan itu disampaikan menyusul anjloknya harga kelapa di tingkat petani di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) hingga mencapai Rp1.700-Rp1.800 per kilogram.


Menurut Andi, penurunan harga tersebut berdampak besar terhadap perekonomian masyarakat karena kelapa merupakan sumber penghasilan utama sebagian besar warga di Inhil.


Ia mengatakan, para petani mengeluhkan harga kelapa yang turun drastis. Dari sebelumnya mencapai sekitar Rp7.000 per kilogram, kini hanya dihargai Rp1.700 hingga Rp1.800 per kilogram.


"Penurunan harga kelapa di Inhil ini sangat luar biasa. Dari yang biasanya sekitar Rp7.000 per kilogram, kini hanya dihargai Rp1.800 per kilogram," ujar Andi, Senin (27/7/2026).


Melihat kondisi tersebut, Andi berharap Pemprov Riau segera mengambil langkah untuk mencari solusi agar harga kelapa kembali stabil. Menurutnya, penurunan harga yang terus terjadi sangat memengaruhi perekonomian masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir.


"Kami berharap Pemprov Riau dapat segera mencarikan solusi agar harga kelapa di Inhil kembali stabil," katanya.


Politikus PDI Perjuangan dari daerah pemilihan (Dapil) Indragiri Hilir itu juga meminta perusahaan pembeli kelapa lebih terbuka dalam menentukan harga sehingga penetapannya lebih objektif dan berpihak kepada petani.


"Biaya produksi kelapa juga cukup tinggi. Karena itu, kami meminta Pemprov Riau bersama perusahaan pembeli kelapa dapat bersinergi dalam menentukan harga yang lebih adil sehingga masyarakat tidak merasa khawatir," ujarnya.


Andi menilai, selama ini petani di Inhil tidak memiliki acuan yang jelas untuk mempertahankan harga jual kelapa. Akibatnya, mereka hanya bisa menerima harga yang ditetapkan perusahaan.


"Harga sering kali turun secara bertahap tanpa dasar yang jelas. Hari ini turun Rp200 per kilogram, besok turun lagi Rp200 per kilogram. Karena itu, harus ada dasar yang menjadi pertimbangan dalam penetapan harga," pungkasnya.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama