El Nino Kuat, Pemprov Riau Ingatkan Warga Tak Bakar Lahan



PEKANBARU, Lintasmelayu.comPemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Imbauan tersebut disampaikan di tengah kondisi El Nino kuat yang meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).


Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur Riau SF Hariyanto mengatakan kondisi cuaca yang semakin kering membutuhkan kewaspadaan bersama. Masyarakat diminta mematuhi aturan pemerintah dan tidak melakukan pembakaran lahan karena tindakan tersebut dapat berdampak hukum serta merugikan masyarakat luas.


“Saya mengimbau masyarakat jangan membakar lahan, apalagi di tengah kondisi El Nino seperti saat ini. Kami minta masyarakat tetap mengikuti aturan pemerintah. Kami sudah mengeluarkan maklumat agar tidak membakar lahan. Ini bisa berdampak hukum dan merugikan masyarakat seluruhnya,” ujar SF Hariyanto, Jumat (14/8/2026).


SF Hariyanto juga mengingatkan dampak karhutla dapat meluas hingga ke luar wilayah Riau. Jika kebakaran menghasilkan asap dalam jumlah besar, dampaknya berpotensi dirasakan hingga negara tetangga.


“Kita malu juga kepada negara tetangga kalau asapnya sampai ke sana. Nah, ini makanya kita minta kepada masyarakat agar jangan membakar lahan,” katanya.


Larangan membuka lahan dengan cara membakar juga diperkuat pemerintah pusat. Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menerbitkan Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2026 tentang Larangan Pembukaan Lahan dengan Cara Membakar pada 10 Agustus 2026.


Surat edaran tersebut diterbitkan sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi iklim yang menunjukkan fenomena El Nino kuat. Pemerintah daerah diminta memperkuat upaya pencegahan, patroli, pengawasan, dan penindakan terhadap praktik pembukaan lahan dengan cara membakar.


Dalam penanganan karhutla, Pemprov Riau bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga terus memperkuat upaya pemadaman. Personel TNI, Polri, Manggala Agni, tim pemadam, dan unsur masyarakat dilibatkan dalam penanganan di lapangan.


“Pemprov Riau dan Forkopimda tetap bekerja keras bersama untuk penanganan karhutla,” sebutnya.


Dukungan pemadaman dari udara juga diperkuat. SF Hariyanto menyampaikan apresiasi kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang menambah satu unit helikopter water bombing untuk mendukung operasi pemadaman karhutla di Riau.


“Saya mengucapkan terima kasih kepada BNPB yang telah menambahkan water bombing dari lima unit helikopter menjadi enam unit helikopter,” katanya.


Penambahan armada tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya pengendalian karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah Riau. Meski demikian, SF Hariyanto menekankan pencegahan tetap menjadi bagian penting dalam menghadapi kondisi El Nino kuat.


Karena itu, masyarakat kembali diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau potensi karhutla di lingkungan sekitar.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama