Harga Minyak Dunia Naik, Pasokan Timur Tengah Jadi Perhatian



PEKANBARU, Lintasmelayu.comHarga minyak dunia naik pada perdagangan  Keraguan terhadap kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran serta serangan terhadap dua kapal meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak dari Timur Tengah Rabu (12/8/2026).


Kenaikan harga minyak terjadi meski data industri menunjukkan persediaan minyak mentah AS meningkat tajam pada pekan lalu.


Harga minyak Brent naik 72 sen atau 0,81 persen menjadi US$89,63 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 71 sen atau 0,85 persen menjadi US$83,91 per barel.


Kedua harga acuan tersebut sebelumnya ditutup naik lebih dari US$1 pada perdagangan Selasa (11/8/2026), sekaligus mencatat level penutupan tertinggi sejak 31 Juli 2026.


Kenaikan tersebut melanjutkan penguatan setelah harga minyak melonjak sekitar 5 persen pada Senin (10/8/2026), ketika harapan terhadap kesepakatan damai antara AS dan Iran mulai memudar.


Kekhawatiran terhadap pasokan semakin meningkat setelah AS dan kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran melaporkan serangan terpisah terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb pada Selasa (11/8/2026).


Pejabat keamanan tinggi Iran, Mohsen Rezaei, mengatakan pada Selasa (11/8/2026) bahwa jalur pelayaran penting di Selat Hormuz akan tetap ditutup jika AS tidak menerima persyaratan Iran untuk mengakhiri perang.


Persyaratan tersebut antara lain pembebasan aset Iran yang dibekukan serta penghentian konflik lain di kawasan Timur Tengah.


Data pelayaran menunjukkan lalu lintas kapal yang melintasi Selat Hormuz turun menjadi hanya enam kapal pada Senin (10/8/2026). Jumlah tersebut jauh di bawah rata-rata sekitar 11 kapal dalam 10 hari sebelumnya.


Sebelum perang berlangsung, lalu lintas harian di jalur pelayaran tersebut rata-rata mencapai 125 hingga 140 kapal.


Di sisi lain, peningkatan persediaan minyak mentah AS menjadi faktor yang berpotensi membatasi kenaikan harga minyak. Survei Reuters sebelumnya memperkirakan stok minyak mentah dan bahan bakar AS justru turun pada pekan lalu.


Namun, sumber pasar yang mengutip data American Petroleum Institute (API) menyebut persediaan minyak mentah AS naik tajam dalam sepekan hingga 7 Agustus 2026. Pada periode yang sama, stok bensin dan produk sulingan justru menurun.


Persediaan minyak mentah AS meningkat sekitar 9,1 juta barel. Sementara itu, stok bensin turun 1,5 juta barel dan persediaan produk sulingan berkurang 596.000 barel dibandingkan pekan sebelumnya.


Kenaikan stok minyak mentah tersebut jauh lebih besar daripada perkiraan. Jika dikonfirmasi oleh laporan Energy Information Administration (EIA) pada Rabu (12/8/2026), peningkatan persediaan dapat meredakan kekhawatiran pasar mengenai ketatnya pasokan.


Data resmi EIA, yang merupakan lembaga statistik di bawah Departemen Energi AS, dijadwalkan dirilis pada Rabu (12/8/2026).


Untuk jangka panjang, EIA memperkirakan gangguan pasokan minyak mentah dari Timur Tengah sekitar 600.000 barel per hari masih akan berlangsung hingga akhir 2027.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama