Kasus ISPA Melonjak, 706 Warga Pekanbaru Terdampak Kabut Asap
Pekanbaru, Lintasmelayu.com – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah bencana kabut asap di Kota Pekanbaru mengalami peningkatan. Jumlah kasus tersebut meningkat hingga sekitar tiga kali lipat dibandingkan kondisi normal.
Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, pada hari biasa rata-rata kasus ISPA tercatat sekitar 100 kasus per hari. Namun, di tengah bencana kabut asap, jumlah kasus meningkat menjadi sekitar 300 kasus per hari.
"Ada peningkatan kasus ISPA, ada dua kali lipat peningkatan kita hitung rata-ratanya per hari," kata Markarius Anwar, Kamis (3/9/2026).
Ia mengimbau masyarakat mewaspadai bahaya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Apalagi, kualitas udara di Kota Pekanbaru masih berfluktuasi setiap hari.
Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru mencatat sebanyak 706 warga mengalami ISPA sepanjang masa tanggap darurat kebakaran lahan di Kota Pekanbaru. Selain ISPA, sejumlah warga juga mengalami gangguan kesehatan lainnya akibat paparan asap.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, sebanyak 33 warga mengalami iritasi kulit dan 23 orang mengalami asma.
"Untuk warga yang terpapar kebakaran lahan, bukan hanya mengalami ISPA, tetapi juga mengalami iritasi kulit dan asma," ujar Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru Dedy Sambudi.
Menurutnya, sebanyak lima warga mengalami pneumonia. Selain itu, terdapat 15 warga yang mengalami konjungtivitis atau mata merah.
Dedy mengatakan, sebagian besar pasien menjalani rawat jalan dan mendapatkan perawatan di 21 puskesmas yang tersebar di Kota Pekanbaru.
Ia menambahkan, berbagai gangguan kesehatan tersebut terjadi akibat penurunan kualitas udara yang disebabkan paparan asap kebakaran lahan. ISPA menjadi kasus yang paling banyak ditangani selama masa tanggap darurat.
"Paling banyak mengalami ISPA dari total seluruh kasus yang ditangani selama tanggap darurat lalu," pungkasnya.

Posting Komentar