PEKANBARU, Lintasmelayu.com - Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho kembali mengukir prestasi. Dalam ajang KPID Riau Award 2025 yang digelar Rabu (26/11/2025) malam, Agung dinobatkan sebagai Tokoh Inspiratif Penyiaran.
Ia dinilai berperan besar menggandeng ribuan konten kreator di Pekanbaru untuk menciptakan ekosistem penyiaran yang kreatif dan positif.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada KPID dan seluruh Forkopimda. Ini menjadi semangat bagi kami," ujar Agung dalam sambutannya.
Agung juga mengajak seluruh kepala daerah di Riau memperkuat kolaborasi untuk mendorong kemajuan daerah.
"InsyaAllah kita sama-sama memajukan Riau. Kolaborasi sangat diperlukan untuk mensejahterakan masyarakat," tambahnya.
Di tengah acara, Agung mengungkapkan bahwa dirinya baru menerima penghargaan lain, yakni dari detik.com sebagai Tokoh Akselerator Tata Kelola Kota Berbasis Lingkungan.
Gelar tersebut diberikan kepada Datuk Bandar Setia Amanah itu sebagai bukti bahwa percepatan pembangunan di Pekanbaru tetap sejalan dengan komitmen perlindungan lingkungan.
Penghargaan tersebut didasarkan pada indikator kebersihan kota, kepedulian lingkungan, pembatasan plastik sekali pakai, serta berbagai program lingkungan yang dijalankan Pemko.
"Ini menjadi penyemangat bagi saya dan masyarakat Pekanbaru untuk lebih mencintai lingkungan dan menjaga kebersihan kota. Menanam pohon bukan hanya menanam hari ini, tapi menanam masa depan. Kita berharap Pekanbaru bisa menjadi paru-paru dunia," tegasnya.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Asisten I Setdaprov Riau, Zulkifli Syukur. Sejumlah kepala daerah se-Riau juga hadir karena turut menerima penghargaan di kategori lain.
Wakil Ketua KPID Riau, Mario Abdillah Khair, mengatakan KPID Award diberikan sebagai bentuk apresiasi bagi lembaga penyiaran yang menghadirkan informasi berkualitas.
Selain itu, penghargaan khusus diberikan kepada instansi dan pemerintah daerah yang memiliki komitmen mendukung perkembangan penyiaran di Riau.
"Penghargaan ini kami berikan kepada lembaga penyiaran, instansi, dan pemerintah daerah yang memiliki komitmen kuat dalam mendukung dunia penyiaran," jelas Mario.
Ia menambahkan, derasnya arus informasi digital menuntut penyiaran lokal untuk lebih adaptif dan bersaing secara global.
"Banyak platform digital berisi konten yang tidak terawasi dan rawan merusak generasi muda. Karena itu, kita harus bersinergi agar generasi muda terlindungi. Salah satunya dengan menghadirkan informasi yang mendidik," tutupnya.

Posting Komentar