Prabowo: Program Makan Bergizi Gratis Menjangkau 55 Juta Penerima dalam Setahun


Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan program makan bergizi gratis (MBG) kini telah menjangkau sekitar 55 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia hanya dalam waktu satu tahun pelaksanaan.


Jakarta, Lintasmelayu.com - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan program makan bergizi gratis (MBG) kini telah menjangkau sekitar 55 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia hanya dalam waktu satu tahun pelaksanaan.

Menurut Prabowo, capaian tersebut setara dengan memberi makan delapan kali jumlah penduduk Singapura setiap hari. Pernyataan itu disampaikannya saat menghadiri Perayaan Natal Nasional 2025 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Senin (6/1/2026).

“Hari ini sudah 55 juta penerima manfaat. Itu sama dengan memberi makan delapan kali (warga) Singapura. Setiap hari kita memberi makan 55 juta mulut, saudara-saudara,” kata Prabowo.

Prabowo menjelaskan, program makan bergizi bukan hanya dijalankan Indonesia. Setidaknya ada 76 negara di dunia yang memiliki program serupa, di antaranya India dan Brasil. Namun, ia menekankan kecepatan capaian Indonesia tergolong luar biasa jika dibandingkan dengan negara lain.

Ia mencontohkan Brasil yang membutuhkan waktu hingga 11 tahun untuk menjangkau 40 juta penerima manfaat. Sementara Indonesia, kata Prabowo, berhasil menjangkau 55 juta penerima hanya dalam satu tahun sejak program MBG dimulai.

“Presiden Brasil menyampaikan ke saya, mereka mencapai 40 juta dalam 11 tahun. Kita 55 juta dalam satu tahun. Kita mulai 6 Januari 2024, hari ini 5 Januari 2026,” ujarnya.

Prabowo menyampaikan program MBG juga mendapat perhatian komunitas internasional. Sejumlah pakar dari Rockefeller Institute Amerika Serikat bahkan telah meninjau langsung pelaksanaannya di Indonesia.

Hasil kajian tersebut menyebut MBG sebagai salah satu program investasi terbaik. Setiap satu rupiah anggaran yang dikeluarkan untuk MBG dinilai mampu memberikan dampak ekonomi berlipat, dengan multiplier effect mencapai 5 hingga 35 kali.

"Ahli dari Rockefeller Institute mengatakan, ini investasi terbaik. Satu rupiah yang diinvestasikan untuk makan bergizi gratis bisa menghasilkan nilai ekonomi lima sampai 35 kali lipat,” jelas Prabowo.

Meski demikian, Prabowo menegaskan tujuan utama program MBG bukan semata-mata mengejar angka atau keuntungan ekonomi, melainkan memastikan kebutuhan gizi masyarakat terpenuhi. Ia mengaku prihatin masih banyak anak-anak usia sekolah dasar di berbagai daerah yang mengalami kekurangan gizi hingga berdampak pada pertumbuhan tubuh.

“Saya tidak mengejar itu. Saya hanya tidak sampai hati melihat anak-anak Indonesia kurang gizi. Bagi yang sudah mapan mungkin tidak terasa penting, tetapi bagi anak-anak di banyak daerah, makan bergizi itu sangat-sangat penting,” ujarnya.

Prabowo juga menanggapi isu yang menyebut program MBG sebagai bagian dari manuver politik menuju Pilpres 2029. Ia membantah tudingan tersebut dan menegaskan program itu murni demi kepentingan rakyat.

“Ada yang menuduh MBG ini supaya 2029 saya dipilih lagi. Kalau rakyat memilih, apa masalahnya? Kalau Tuhan mengizinkan. Kalau Tuhan tidak mengizinkan, saya buat apa pun tidak akan terjadi,” pungkas Prabowo.

Editor : Adel

Post a Comment

أحدث أقدم