TELUKKUANTAN, Lintasmelayu.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membawa empat orang dari Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, ke Jakarta pada Selasa (30/6/2026) pagi, menyusul operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan sehari sebelumnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, empat orang yang dibawa ke Jakarta masing-masing dua pejabat Pemerintah Kabupaten Kuansing berinisial F dan DA, seorang pihak swasta berinisial A, serta SC yang diketahui merupakan istri muda Bupati Kuansing, Suhardiman Amby. Mereka bertolak menggunakan pesawat Citilink sekitar pukul 10.00 WIB untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Gedung Merah Putih KPK.
Sementara itu, Bupati Kuansing Suhardiman Amby hingga kini belum diketahui keberadaannya. KPK dikabarkan masih melakukan pencarian terhadap yang bersangkutan setelah lolos saat operasi tangkap tangan berlangsung.
Hal serupa juga terjadi pada Sekretaris Daerah (Sekda) Kuansing, Zulkarnain. Saat tim KPK menggeledah rumah dinasnya pada Senin (29/6/2026), Zulkarnain tidak berada di lokasi. Meski demikian, sejumlah perangkat elektronik miliknya ditemukan tertinggal di rumah.
Operasi tangkap tangan KPK diawali dengan mengamankan Kepala Dinas Pendidikan Kuansing, Herizon, pada Senin dini hari. Selanjutnya, Herizon dibawa ke rumah dinas Sekda Kuansing untuk kepentingan pemeriksaan.
Tak lama kemudian, Wakil Bupati Kuansing dipanggil ke rumah dinas Sekda. Sekitar pukul 14.00 WIB, seorang pihak swasta berinisial A juga datang ke lokasi. Pemeriksaan terhadap sejumlah pihak berlangsung hingga malam hari.
Rombongan penyidik KPK meninggalkan rumah dinas Sekda sekitar pukul 20.30 WIB. Setelah itu, keberadaan Wakil Bupati Kuansing sempat tidak diketahui awak media. Ia diduga mencoba keluar secara diam-diam beberapa menit setelah tim KPK meninggalkan lokasi, namun akhirnya keberadaannya diketahui.
Di waktu yang sama, suasana di Markas Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dittahti) Polda Riau juga menjadi perhatian. Belasan kendaraan terlihat terparkir di halaman, sementara sejumlah petugas hilir mudik melakukan pemantauan di sekitar markas. Sebuah mobil patroli dengan rotator biru menyala tampak melintas perlahan. Sekitar pukul 20.15 WIB, hujan dengan intensitas sedang mengguyur kawasan tersebut sehingga aktivitas di lingkungan Polda Riau terlihat semakin lengang.
Sejumlah awak media turut berkumpul di depan Markas Dittahti Polda Riau. Lokasi tersebut disebut kerap digunakan sebagai tempat pemeriksaan awal terhadap pihak-pihak yang terjaring dalam operasi tangkap tangan KPK.
Namun hingga sekitar pukul 22.30 WIB, rombongan KPK yang membawa sejumlah pihak yang diamankan dari Kuansing belum terlihat tiba di lokasi. Seorang perwira Polda Riau yang dimintai keterangan mengaku belum mengetahui apakah pemeriksaan KPK akan dilakukan di markas tersebut.
Hingga Selasa pagi, KPK akhirnya membawa empat orang dari Kuansing ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Sementara itu, keberadaan Bupati Kuansing Suhardiman Amby dan Sekda Kuansing Zulkarnain masih belum diketahui.
Sumber: Goriau
(Red)
(Red)
Posting Komentar