SIAK, Lintasmelayu.com - Bupati Siak Afni Zulkifli meminta dukungan Komisi X DPR RI untuk mempercepat renovasi Istana Siak. Bangunan cagar budaya yang menjadi saksi kejayaan Kesultanan Siak itu membutuhkan penanganan serius karena sejumlah bagiannya mulai mengalami kerusakan.
Permintaan tersebut disampaikan Afni saat mendampingi kunjungan kerja dan reses Komisi X DPR RI di Kabupaten Siak, Rabu (22/7/2026).
Dalam kesempatan itu, Afni mengajak Ketua Rombongan Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian beserta anggota meninjau langsung kondisi Istana Siak. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian ialah kondisi lantai dua istana yang telah lapuk sehingga dinilai tidak lagi aman dilalui pengunjung.
Akibat kondisi tersebut, rombongan Komisi X DPR RI tidak dapat naik ke lantai dua untuk melihat secara langsung berbagai koleksi bersejarah yang masih tersimpan di sana.
"Di lantai dua masih banyak tersimpan benda-benda peninggalan Kesultanan Siak. Namun, kondisinya tidak memungkinkan untuk dikunjungi karena lantainya sudah lapuk dan dikhawatirkan tidak mampu menahan beban," kata Afni.
Afni mengatakan Istana Siak memiliki nilai sejarah yang tidak hanya penting bagi masyarakat Riau, tetapi juga bagi perjalanan bangsa Indonesia.
Menurutnya, Istana Siak merupakan bukti kejayaan Kesultanan Siak, salah satu kerajaan Melayu terbesar di Pulau Sumatra. Sejarah istana tersebut juga tidak terlepas dari peran Sultan Syarif Kasim II yang mendukung perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia.
"Istana Siak merupakan bukti kejayaan Kesultanan Siak, salah satu kerajaan Melayu terbesar di Pulau Sumatra. Sultan Syarif Kasim II juga tercatat menyerahkan harta dan takhtanya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bentuk dukungan terhadap kemerdekaan. Bangunan beserta koleksi peninggalannya masih berdiri hingga saat ini," ujarnya.
Renovasi Butuh Anggaran hingga Rp20 Miliar
Afni mengungkapkan renovasi Istana Siak diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp10 miliar hingga Rp20 miliar.
Sementara itu, pada 2026 Pemerintah Kabupaten Siak baru memperoleh bantuan dari Kementerian Kebudayaan sebesar Rp3,5 miliar.
Menurut Afni, bantuan tersebut menjadi langkah awal dalam menjaga kondisi bangunan bersejarah itu. Namun, anggaran yang tersedia masih jauh dari kebutuhan untuk melakukan rehabilitasi secara menyeluruh.
"Dengan anggaran yang tersedia saat ini, tentu belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan perbaikan Istana Siak," katanya.
Karena itu, Afni berharap Komisi X DPR RI dapat memperjuangkan tambahan anggaran dari pemerintah pusat agar renovasi Istana Siak dapat dilakukan secara menyeluruh.
"Kami sangat berharap adanya perhatian dan dukungan dari pemerintah pusat untuk merenovasi Istana Siak. Bangunan ini memiliki nilai sejarah yang luar biasa karena masih menyimpan berbagai peninggalan Kesultanan Siak yang harus dijaga untuk generasi mendatang," ujar Afni.
Ia menambahkan, pelestarian Istana Siak bukan hanya untuk kepentingan pariwisata daerah, tetapi juga sebagai upaya menjaga warisan sejarah nasional agar tetap dapat dipelajari dan dinikmati oleh generasi mendatang.
Komisi X DPR RI Tinjau Sejumlah Lokasi
Sebelum mengunjungi Istana Siak, rombongan Komisi X DPR RI meninjau hasil revitalisasi SD Negeri 001 Kampung Benteng Hulu, Kecamatan Mempura.
Rangkaian kunjungan kemudian dilanjutkan dengan menikmati makan beranyut di tepian Sungai Siak. Setelah itu, rombongan mengunjungi sejumlah destinasi sejarah dan religi, di antaranya Masjid Sahabuddin serta Kompleks Makam Sultan Syarif Kasim II.
Kunjungan kerja tersebut ditutup dengan peninjauan langsung ke Istana Siak.
Pemerintah Kabupaten Siak memanfaatkan kunjungan Komisi X DPR RI untuk memperjuangkan dukungan pemerintah pusat dalam upaya menjaga dan melestarikan Istana Siak sebagai salah satu warisan sejarah penting di Provinsi Riau.

Posting Komentar