Lantik 18 Lurah, Agung Nugroho Minta Persoalan Warga Diselesaikan di Kelurahan



PEKANBARU, Lintasmelayu.comWali Kota (Wako) Pekanbaru Agung Nugroho meminta para lurah menjadi pemimpin yang hadir di tengah masyarakat. Menurutnya, persoalan yang muncul di tingkat kelurahan harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum diteruskan ke tingkat kecamatan.


Hal itu disampaikan Agung usai melantik 18 lurah dan belasan pejabat pengawas lainnya di Kompleks Perkantoran Pemerintah Kota Pekanbaru, Tenayan Raya, Jumat (24/7/2026).


Agung menilai keberhasilan kepemimpinan wali kota dan wakil wali kota sangat bergantung pada kinerja aparatur yang berhadapan langsung dengan masyarakat.


Karena itu, ia menegaskan lurah tidak boleh sekadar melimpahkan tanggung jawab. Sebaliknya, lurah harus proaktif memberikan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi warga.


"Lurah harus dekat dengan warga. Persoalan yang bisa diselesaikan di kelurahan harus dituntaskan di kelurahan. Selain itu, lurah juga harus menjaga kebersihan, ketenteraman, dan keharmonisan lingkungan," tegas Agung.


Agung mengatakan, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru kini menerapkan sistem manajemen talenta dalam pengelolaan sumber daya aparatur.


Melalui sistem tersebut, evaluasi kinerja pejabat tidak lagi menunggu dua tahun, tetapi dapat dilakukan setiap enam bulan. Promosi maupun mutasi jabatan sepenuhnya didasarkan pada kinerja, bukan kedekatan dengan pimpinan.


"Saya tidak membutuhkan pencitraan. Yang saya butuhkan adalah hasil kerja. Saya menerima laporan langsung dari masyarakat sehingga mengetahui bagaimana kinerja para pejabat di lapangan," ujarnya.


Ia menyebut, dirinya bersama Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar rutin turun ke lapangan untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat dan memastikan pelayanan berjalan dengan baik.


Karena itu, Agung berharap para lurah dapat meningkatkan kinerja, terutama dalam menangani persoalan kebersihan dan pelayanan publik. Menurutnya, rotasi jabatan merupakan bagian dari penyegaran organisasi.


"Tidak ada tugas khusus ataupun perlakuan istimewa bagi pejabat tertentu. Jika ada yang berpindah dari satu wilayah ke wilayah lain, itu merupakan bagian dari penyegaran organisasi. Tugas utamanya tetap sama, yakni melayani masyarakat," katanya.


Dalam kesempatan tersebut, Agung memastikan seluruh lurah yang dilantik telah melalui mekanisme seleksi berbasis kompetensi. Ia juga membantah adanya praktik penunjukan berdasarkan kedekatan politik maupun pemberian uang.

"Saya tegaskan, tidak ada lurah yang dilantik tanpa mengikuti tes. Semua berdasarkan hasil seleksi dan kompetensi. Tidak ada karena kedekatan dengan kelompok tertentu atau karena memberikan uang. Silakan dicek," pungkasnya.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama