Usai Hujan, Kualitas Udara Pekanbaru Membaik, PM2.5 Turun ke Kategori Sedang
PEKANBARU, Lintasmelayu.com — Kualitas udara di Kota Pekanbaru, Riau, mulai membaik setelah hujan mengguyur sejumlah wilayah di Provinsi Riau. Konsentrasi partikulat halus (PM2.5) yang sebelumnya berada pada kategori tidak sehat turun menjadi kategori sedang pada Kamis (27/8/2026) pagi.
Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada pukul 07.00 WIB, konsentrasi PM2.5 di Pekanbaru tercatat 50,3 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Angka tersebut masuk dalam kategori sedang.
Kondisi itu menunjukkan perbaikan dibandingkan sehari sebelumnya. Pada Rabu (26/8/2026) pukul 12.00 WIB, konsentrasi PM2.5 tercatat mencapai 83,6 µg/m³ atau berada dalam kategori tidak sehat.
Dengan demikian, konsentrasi PM2.5 turun sekitar 40 persen dibandingkan angka yang tercatat pada Rabu siang.
Pemantauan IQAir pada pukul 08.00 WIB juga menunjukkan adanya perbaikan, meskipun kualitas udara masih perlu mendapat perhatian. Indeks kualitas udara (AQI) Pekanbaru tercatat 119, dengan PM2.5 sebagai polutan utama sebesar 42,7 µg/m³.
IQAir mengategorikan kondisi tersebut sebagai tidak sehat bagi kelompok sensitif.
Saat pemantauan dilakukan, suhu udara di Pekanbaru tercatat 24 derajat Celsius, kecepatan angin sekitar 3 kilometer per jam, dan kelembapan mencapai 98 persen.
Sementara itu, grafik historis BMKG menunjukkan konsentrasi PM2.5 di Pekanbaru sempat berada pada kategori tidak sehat dalam beberapa jam sebelumnya sebelum turun menjadi kategori sedang pada Kamis pagi.
Penurunan konsentrasi PM2.5 menjadi perkembangan positif setelah Pekanbaru sempat diselimuti kabut asap dengan kualitas udara yang berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat dalam beberapa hari terakhir.
Meski terjadi perbaikan, kondisi udara belum sepenuhnya aman bagi seluruh kelompok masyarakat. Kelompok sensitif tetap disarankan membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama apabila kualitas udara kembali memburuk.
Masyarakat juga diimbau untuk terus memantau perkembangan kualitas udara karena konsentrasi PM2.5 dapat berubah sepanjang hari.
Kualitas udara di Pekanbaru memang mulai membaik, tetapi ancaman polusi asap belum sepenuhnya hilang. Kabut asap masih terpantau meskipun mulai menipis dibandingkan kondisi sekitar sepekan terakhir yang sempat menyelimuti sejumlah wilayah dengan cukup pekat.
.jpg)
Posting Komentar