Antrean Solar Berjam-jam di Pekanbaru, DPRD Minta Pengawasan Diperketat


Pekanbaru, Lintasmelayu.com - Antrean kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi di sejumlah SPBU di Kota Pekanbaru semakin dikeluhkan masyarakat. Kondisi tersebut mendapat perhatian dari DPRD Kota Pekanbaru.

Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Nofrizal, meminta Pertamina mencari solusi agar masyarakat pengguna solar tidak harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengantre di SPBU.

Menurut Nofrizal, salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah membuat jadwal khusus pengisian solar di setiap SPBU. Jadwal tersebut dapat disusun berdasarkan kebutuhan masing-masing SPBU dengan waktu penyaluran yang berbeda setiap harinya.

"Sampai saat ini banyak masyarakat mengeluhkan sulitnya mendapatkan atau mengisi BBM jenis solar bersubsidi di setiap SPBU. Oleh karena itu, kami meminta pihak Pertamina mencari solusi terbaik agar masyarakat pengguna BBM jenis solar tidak mengantre selama berjam-jam di SPBU," ujar Nofrizal, Sabtu (19/9/2026).

Ia menilai pengaturan jadwal dapat mencegah penumpukan kendaraan pada jam-jam tertentu. Masyarakat juga dapat mengetahui waktu penyaluran solar sehingga bisa menyesuaikan waktu pengisian di SPBU.

"Menurut kami, agar tidak terjadi antrean panjang untuk pengisian BBM jenis solar di setiap SPBU pada jam sibuk, pihak Pertamina perlu mendata kembali dan membuat jadwal pengisian BBM jenis solar di setiap SPBU dengan waktu yang berbeda setiap harinya," katanya.

Nofrizal meminta jadwal tersebut diumumkan secara terbuka kepada masyarakat. Menurutnya, keterbukaan informasi penting agar pengguna solar dapat mengatur waktu dan tidak datang secara bersamaan ke SPBU.

"Pengaturan waktu pengisian BBM jenis solar yang berbeda di setiap SPBU saya rasa bisa mengurangi antrean panjang, sehingga masyarakat tidak lagi mengeluhkan pengisian BBM jenis solar bersubsidi di setiap SPBU," ujarnya.

Selain pengaturan jadwal, DPRD juga meminta Pertamina mengevaluasi kuota solar bersubsidi di setiap SPBU. Nofrizal menilai kebutuhan solar di masyarakat masih tinggi sehingga kuota perlu disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

"Terkait adanya pembatasan kuota yang ditetapkan pihak Pertamina di setiap SPBU, pembatasan kuota ini perlu juga dievaluasi kembali oleh Pertamina karena kebutuhan BBM jenis solar masih sangat tinggi," katanya.

Ia juga meminta pengawasan penyaluran solar bersubsidi diperketat untuk mencegah penyalahgunaan dan praktik yang dapat mengganggu distribusi BBM bersubsidi.

"Di samping itu, pengawasan ekstra juga diperlukan pihak Pertamina agar tidak ada oknum yang bermain dalam pengisian BBM jenis solar bersubsidi di SPBU," harap Nofrizal.

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Antrean Solar Berjam-jam di Pekanbaru, DPRD Minta Pengawasan Diperketat
  • Antrean Solar Berjam-jam di Pekanbaru, DPRD Minta Pengawasan Diperketat
  • Antrean Solar Berjam-jam di Pekanbaru, DPRD Minta Pengawasan Diperketat
  • Antrean Solar Berjam-jam di Pekanbaru, DPRD Minta Pengawasan Diperketat
  • Antrean Solar Berjam-jam di Pekanbaru, DPRD Minta Pengawasan Diperketat
  • Antrean Solar Berjam-jam di Pekanbaru, DPRD Minta Pengawasan Diperketat

Posting Komentar