Porsenijar PGRI Riau 2026 Berakhir, Ekonomi Siak Ikut Bergerak
SIAK, Lintasmelayu.com – Porsenijar PGRI Riau 2026 resmi berakhir di Kabupaten Siak. Setelah hampir sepekan berada di Negeri Istana, seribuan peserta dan ofisial dari berbagai kabupaten/kota se-Riau kini meninggalkan Siak.
Mereka pulang membawa prestasi, pengalaman, dan kesan dari daerah yang menjadi tuan rumah. Kehadiran para peserta dan ofisial juga turut menggerakkan roda perekonomian daerah.
Setidaknya, sektor perhotelan mengalami peningkatan aktivitas. Rumah makan dan usaha kuliner juga mendapat tambahan pelanggan. Aktivitas transportasi hingga kunjungan ke sejumlah destinasi wisata turut bergerak selama perhelatan berlangsung.
Porsenijar PGRI Riau 2026 resmi ditutup oleh Bupati Siak Afni Zulkifli di Balairung Datuk Empat Suku, Kompleks Rumah Rakyat, Kelurahan Kampung Rempak.
Sekretaris Daerah Kabupaten Siak sekaligus Ketua PGRI Kabupaten Siak, Mahadar, mengatakan pelaksanaan Porsenijar menjadi kehormatan sekaligus tanggung jawab bagi Siak sebagai tuan rumah.
Menurut Mahadar, sejak awal pemerintah daerah bersama PGRI Siak berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh kontingen yang datang dari berbagai daerah di Riau.
“Kepercayaan ini menjadi kebanggaan sekaligus amanah besar bagi kami untuk memberikan pelayanan dan kenyamanan kepada seluruh kontingen,” kata Mahadar, Minggu (27/9/2026).
Mahadar mengatakan seluruh rangkaian Porsenijar telah selesai dilaksanakan. Tahun ini terdapat 10 cabang olahraga, seni, dan kegiatan pembelajaran yang dipertandingkan serta dilombakan.
Ia menilai perhelatan tersebut memberikan kesempatan bagi para guru untuk bertemu, berkompetisi, sekaligus memperkuat hubungan antarkeluarga besar PGRI.
“Dari arena pertandingan ini kita berharap lahir solidaritas, sportivitas, persahabatan, dan persaudaraan yang semakin kuat,” ujarnya.
Selain pertandingan, kehadiran para kontingen selama hampir sepekan juga memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
Perputaran aktivitas ekonomi terlihat pada sektor penginapan, kuliner, transportasi, dan pariwisata. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan berskala provinsi dapat memberikan dampak ekonomi terhadap berbagai sektor pendukung.
Peserta yang datang untuk bertanding juga memiliki kesempatan mengenal lebih dekat Kabupaten Siak. Mereka menghabiskan waktu di luar arena pertandingan untuk menikmati suasana kota dan mengunjungi sejumlah destinasi wisata yang tersedia.
Mahadar berharap kesan tersebut menjadi bagian dari hubungan yang terus terjaga setelah seluruh kontingen kembali ke daerah masing-masing.

Posting Komentar