Bupati Siak Afni Zulkifli Dorong Hilirisasi Sawit Lewat Investasi Rp1,6 Triliun
Tanjung Buton, HAISAWIT.CO.ID – PT Oriental Resources Indonesia (PT ORI) memulai pembangunan industri hilir kelapa sawit di Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), Kabupaten Siak, Riau, dengan total rencana investasi mencapai Rp1,6 triliun.
Investasi perusahaan berstatus Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tersebut direncanakan dalam dua tahap. Tahap pertama memiliki nilai investasi Rp800 miliar, sedangkan tahap kedua direncanakan dengan nilai investasi yang sama.
Bupati Siak, Afni Zulkifli, mengatakan investasi tersebut merupakan bagian dari pengembangan industri hilir kelapa sawit di daerahnya, termasuk pengolahan yang berkaitan dengan program biodiesel B50.
“Saya tidak mau peresmian hanya gunting pita, tetapi investasinya harus benar-benar ada dan nyata. PT ORI juga menjadi investasi pertama berbasis hilirisasi kelapa sawit, termasuk B50. Jadi, nanti pengolahan CPO dan ekspor CPO bisa selesai dari KITB Siak,” kata Bupati Siak, Dr Afni Z MSi saat peresmian, Kamis (8/10/2026) siang.
Pada tahap pertama, PT ORI merencanakan pembangunan sejumlah fasilitas utama, antara lain tangki penyimpanan (storage tank), pabrik pemurnian (refinery plant) berkapasitas 1.100 ton per hari (TPD), serta fasilitas produksi biofuel berbasis enzim dengan kapasitas 1.000 TPD.
Perusahaan juga merencanakan pembangunan pabrik kelapa sawit (PKS) berkapasitas 45 ton tandan buah segar per jam serta dermaga atau Terminal untuk Kepentingan Sendiri (TUKS).
Adapun fasilitas pendukung yang direncanakan meliputi instalasi pengolahan udara, fasilitas biogas, instalasi pengolahan air limbah, bengkel, dan gudang.
Pekerjaan awal di lokasi telah mencakup penimbunan lahan, persetujuan lahan, serta pemancangan tiang fondasi (spun pile). Tahapan tersebut menjadi bagian dari persiapan sebelum pembangunan infrastruktur dan fasilitas utama dilanjutkan secara bertahap.
Afni berharap pembangunan industri di KITB dapat mendorong masuknya investasi lain ke kawasan tersebut. Ia juga menyinggung rencana pembangunan kembali pelabuhan yang ambruk.
“Ini menjadi sejarah baru bagi Siak dan insyaallah akan banyak lagi investasi yang masuk ke KITB setelah ini. Pelabuhan yang ambruk juga insyaallah akan kita bangun kembali,” ujar Afni.
Pemerintah Kabupaten Siak juga meminta agar keberadaan industri di kawasan tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat setempat. Afni menegaskan bahwa tenaga kerja yang direkrut harus berasal dari putra-putri Siak.
Jika perusahaan membutuhkan tenaga teknis dari luar daerah, perusahaan diharapkan melakukan transfer pengetahuan kepada tenaga kerja lokal agar mereka dapat meningkatkan keterampilan dan kemampuan di bidang terkait.
Pada tahap pengembangan berikutnya, PT ORI merencanakan pembangunan fasilitas pengolahan minyak sawit menjadi produk turunan untuk industri makanan, termasuk margarin dan lemak khusus. Rencana tersebut merupakan bagian dari pengembangan produk berbasis kelapa sawit.
General Manager PT Oriental Resources Indonesia, Sutiman, mengatakan investasi tersebut ditujukan untuk mengembangkan industri berbasis kelapa sawit beserta produk turunannya sekaligus memanfaatkan potensi kawasan industri Tanjung Buton.
“Kami berharap proyek ini dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta perekonomian daerah,” ujar Sutiman.
Dengan total rencana investasi sekitar Rp1,6 triliun, PT ORI berencana mengembangkan usahanya secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan proyek, kebutuhan industri, dan ketentuan yang berlaku. Pembangunan fasilitas tersebut juga direncanakan dengan memperhatikan aspek keselamatan, lingkungan, dan kepatuhan terhadap peraturan.
---

Posting Komentar