Puan Maharani Soroti Kasus Nakla Syafira, Minta Evaluasi Layanan Kesehatan
Jakarta, Lintasmelayu.com - Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Nakla Syafira (1), balita asal Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Nakla meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif akibat komplikasi sejumlah penyakit.
Puan menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan kesehatan guna memastikan masyarakat rentan mendapatkan pertolongan medis sejak dini.
"Duka cita mendalam atas berpulangnya adik Nakla Syafira. Peristiwa ini perlu menjadi perhatian bersama untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh pertolongan sejak kondisi kesehatan anak mulai memburuk," ujar Puan dalam keterangan tertulis, Selasa (3/11/2026).
Sebelumnya, kisah Nakla sempat viral di media sosial dan dinarasikan meninggal dunia akibat tidak makan selama 10 hari.
Namun, berdasarkan penanganan medis di RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja, Nakla diketahui mengalami radang tenggorokan akut yang menyebabkan hilangnya nafsu makan. Selain itu, ia juga menderita sejumlah komplikasi serius, seperti meningitis, gizi buruk, stunting, craniosynostosis, hingga gastroenteritis akut.
Balita yang diasuh oleh neneknya di tengah keterbatasan ekonomi tersebut sempat dibawa untuk menjalani pengobatan tradisional sebelum akhirnya dilarikan ke ruang perawatan intensif (ICU) rumah sakit dalam kondisi kritis.
Menanggapi peristiwa tersebut, Puan mendorong pemerintah daerah dan fasilitas pelayanan kesehatan untuk melakukan penelusuran terhadap proses penanganan medis secara bijaksana dengan tetap menghormati pihak keluarga.
Puan juga menggarisbawahi pentingnya pelayanan kesehatan dengan pendekatan jemput bola, terutama bagi keluarga yang memiliki keterbatasan akses informasi, biaya, maupun transportasi.
"Pelayanan dari negara harus bisa jemput bola dalam keadaan tertentu. Informasi tempat mendapat pertolongan harus mudah dipahami, termasuk oleh warga yang tidak terbiasa menggunakan layanan digital," kata Puan.
Mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) itu juga menekankan pentingnya peran perangkat desa sebagai garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat dalam memberikan bantuan dan pendampingan medis.
Puan memastikan DPR RI akan mengawal tindak lanjut pemerintah agar sistem jaminan dan pelayanan kesehatan benar-benar menjangkau masyarakat hingga lapisan terbawah.
"Setiap keluarga perlu mempunyai kepastian bahwa ketika anak sakit, ada pertolongan yang dapat mereka jangkau. Peristiwa di Bulukumba harus jadi momen perbaikan pelayanan medis di Indonesia," ujarnya.

Posting Komentar