Bupati Siak: Data ISPU Harus Diperbarui Setiap Hari dan Terbuka
SIAK, Lintasmelayu.com — Bupati Siak Afni Zulkifli meminta informasi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) diperbarui setiap hari secara terbuka berdasarkan kondisi faktual di setiap kecamatan. Data tersebut menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam mengambil langkah cepat dan tepat menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Hal itu disampaikan Afni di sela-sela mengikuti Pendidikan Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Lemhannas Angkatan IV Tahun 2026 di Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Meski tengah mengikuti pendidikan, Afni tetap memantau perkembangan karhutla dan kualitas udara di Kabupaten Siak.
"Saya minta update terus ISPU dengan data sejujur-jujurnya. Setiap hari di-update per kecamatan. Per 4 September 2026 pukul 15.00 WIB, seluruh kecamatan se-Kabupaten Siak terpantau dalam kondisi tidak sehat. Dari data inilah diambil berbagai langkah cepat dan tepat," kata Afni.
Afni mengatakan, pembaruan data kualitas udara penting untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang akurat mengenai kondisi lingkungan di wilayah masing-masing. Informasi tersebut sekaligus menjadi acuan pemerintah dalam menentukan langkah penanganan dan perlindungan masyarakat.
Sementara itu, pengendalian karhutla di lapangan tetap berjalan di bawah koordinasi Wakil Bupati Siak bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Satuan Tugas (Satgas) Karhutla.
"Bapak Wakil Bupati memimpin langsung di lapangan sementara saya masih pendidikan. Terima kasih Forkopimda yang tetap menjaga koordinasi dan komunikasi untuk menjaga Siak kita," ujar Afni.
Afni menyebutkan, sumber asap karhutla tidak hanya berasal dari titik api di Siak, tetapi juga dipengaruhi karhutla di luar daerah, termasuk asap dari provinsi tetangga yang terbawa angin ke wilayah Riau.
Di Siak, titik api di Kecamatan Mempura telah padam, sementara penanganan karhutla di Kecamatan Sungai Mandau memasuki tahap pendinginan. Adapun dua titik api di Kecamatan Dayun masih dalam proses pemadaman.
Atas kondisi tersebut, Afni menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terdampak asap karhutla.
"Dengan segala kerendahan hati, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan masyarakat. Saya yakin di mana pun titik api berada, semua tim satgas sedang berjuang memadamkannya," ujar Afni.
Ia juga memastikan layanan kesehatan tetap disiagakan di seluruh Puskesmas Pembantu (Pustu) dan RSUD. Afni meminta Ketua TP PKK Siak menggerakkan kader PKK dan Posyandu untuk membantu melayani masyarakat rentan yang terdampak asap.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak lengah meski sejumlah titik api telah berhasil dikendalikan. Terlebih, sekitar 60 persen wilayah Siak merupakan lahan gambut yang rawan terbakar saat cuaca ekstrem.
"Kebakaran memang sudah terkendalikan dan tinggal proses pendinginan. Namun, saya minta kita semua tidak lengah. Jaga wilayah masing-masing. Saling mengingatkan, saling mengawasi. Jangan buka lahan dengan cara dibakar, apalagi jika di lahan gambut," kata Afni.
Afni juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk Satgas Provinsi Riau yang mengerahkan operasi pengeboman air (water bombing) untuk membantu pemadaman di kawasan hutan.
"Titik api di Dayun yang berulang berada di bawah kewenangan Kementerian Kehutanan. Karena itu, saya sudah berkomunikasi dengan Sekjen Kemenhut, Dirjen Perhutanan Sosial, dan Kepala BKSDA Riau. Kami Pemda siap berkolaborasi bersama," ungkap Afni.
Sementara itu, untuk kebakaran di kawasan hak guna usaha (HGU), Pemkab Siak akan melaporkannya kepada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Terhadap dugaan pelanggaran hukum, Afni menegaskan Pemkab Siak memberikan dukungan penuh terhadap proses penegakan hukum yang dilakukan Polres Siak.
Menurut Afni, penanganan karhutla membutuhkan kesadaran kolektif dan kolaborasi seluruh pihak. Dengan luas wilayah mencapai 782.181 hektare atau hampir 13 kali luas DKI Jakarta, upaya menjaga keselamatan masyarakat dan lingkungan di Siak menghadapi tantangan yang tidak mudah.
"Di tengah cuaca ekstrem dan masih masifnya ekspansi sawit pada wilayah kawasan, tantangan kita jelas tidak mudah. Butuh kesadaran kolektif, kolaborasi, dan dukungan bersama menjaga Siak kita tercinta," kata Afni.
Posting Komentar