Bayar Pajak Kendaraan Masih Tunai, Warga Pekanbaru Minta Samsat Sediakan QRIS


Pekanbaru, Lintasmelayu.comSistem pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di Samsat hingga kini masih dilakukan secara tunai. Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena dinilai kurang mengikuti perkembangan teknologi pembayaran digital.

Santi, warga Kecamatan Tuah Madani, mengatakan bulan ini sudah waktunya membayar pajak kendaraan. Menurutnya, setiap tahun ia harus menyiapkan uang tunai untuk melakukan pembayaran.

Baik di Samsat maupun loket pelayanan yang berada di Mal Pelayanan Publik (MPP), pembayaran pajak kendaraan hingga saat ini masih menggunakan uang tunai.

"Zamannya sudah cashless, seharusnya ada pilihan pembayaran nontunai. Zaman sudah semakin maju," kata Santi, Jumat (28/8/2026).

Ia berharap Samsat ke depan menyediakan pilihan pembayaran nontunai, seperti melalui QRIS atau transfer rekening.

"Semoga menjadi perhatian. Jangan pembayaran hanya menggunakan uang tunai. Minimal ada QRIS karena masyarakat sekarang sudah mulai jarang membawa uang tunai," ujarnya.

Santi mengatakan dirinya biasa membayar pajak kendaraan di MPP. Menurutnya, di lokasi tersebut memang tersedia ATM untuk mengambil uang tunai. Namun, ia menilai pembayaran melalui QRIS akan lebih praktis.

"Zaman sudah semakin maju, ayo kita berpikir lebih maju juga. Jangan dibuat ribet," tegasnya.

Keluhan serupa disampaikan Edi, warga Kualu. Ia menilai sistem pembayaran pajak kendaraan seharusnya mengikuti perkembangan teknologi yang semakin digital.

"Saat ini sudah era digital, tetapi untuk membayar pajak masih harus menggunakan uang tunai. Seharusnya ada pilihan pembayaran melalui QRIS atau transfer agar lebih mudah," kata Edi.

Menurutnya, tidak semua masyarakat membawa uang tunai ketika datang untuk melakukan pembayaran. Bahkan, ada yang hanya membawa uang secukupnya atau tidak membawa uang tunai sama sekali.

"Karena tidak semua masyarakat membawa uang tunai saat datang untuk melakukan pembayaran. Kadang kami datang hanya membawa uang secukupnya atau bahkan tidak membawa uang tunai. Kalau ada QRIS, tentu lebih praktis karena tinggal membayar menggunakan ponsel," jelasnya.

Ia berharap sistem pembayaran pajak kendaraan dapat mengikuti perkembangan teknologi. Selain lebih mudah, pembayaran digital dinilai lebih aman dan transparan karena masyarakat memperoleh bukti transaksi.

"Semoga ke depan masyarakat diberikan pilihan untuk membayar secara tunai maupun nontunai," ujarnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Ketua Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, Zainal Arifin, mendesak agar sistem pembayaran pajak kendaraan dipermudah bagi masyarakat. Menurutnya, saat ini sudah banyak tersedia metode pembayaran nontunai, seperti QRIS, transfer rekening, dompet digital, dan layanan lainnya.

Zainal mengatakan kemudahan pembayaran merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari peningkatan kualitas pelayanan publik. Menurutnya, masyarakat terus diimbau untuk taat membayar pajak, sehingga proses pembayarannya juga harus dibuat mudah dan tidak menyulitkan.

Ia meminta keluhan masyarakat tersebut menjadi bahan evaluasi dan perbaikan sistem pelayanan. Sebab, pendapatan dari sektor PKB dan opsen PKB turut menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dibutuhkan untuk mendukung pembangunan.

"Samsat harus segera berbenah. Pajak kendaraan merupakan salah satu sumber pendapatan daerah yang penting dan hasilnya digunakan untuk mendukung pembangunan Kota Pekanbaru. Semoga pelayanan pembayaran pajak kendaraan segera berubah menjadi lebih baik," jelasnya.

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Bayar Pajak Kendaraan Masih Tunai, Warga Pekanbaru Minta Samsat Sediakan QRIS
  • Bayar Pajak Kendaraan Masih Tunai, Warga Pekanbaru Minta Samsat Sediakan QRIS
  • Bayar Pajak Kendaraan Masih Tunai, Warga Pekanbaru Minta Samsat Sediakan QRIS
  • Bayar Pajak Kendaraan Masih Tunai, Warga Pekanbaru Minta Samsat Sediakan QRIS
  • Bayar Pajak Kendaraan Masih Tunai, Warga Pekanbaru Minta Samsat Sediakan QRIS
  • Bayar Pajak Kendaraan Masih Tunai, Warga Pekanbaru Minta Samsat Sediakan QRIS

Posting Komentar