Luas Karhutla Riau Capai 16.474 Hektare, Bengkalis Terluas
Pekanbaru, Lintasmelayu.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) merilis data terbaru luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau.
Data tersebut dihimpun sejak 1 Januari hingga 27 Agustus 2026. Berdasarkan data tersebut, total luas karhutla di Riau mencapai 16.474,15 hektare.
"Dari data yang dihimpun sejak 1 Januari hingga kemarin, terdapat total lebih dari 16 ribu hektare luas karhutla," kata Kepala BPBD Damkar Riau, M Edy Afrizal, Jumat (28/8/2026).
Menurut Edy, dari 12 kabupaten/kota di Riau, Kabupaten Bengkalis menjadi wilayah dengan luas karhutla terbesar, yakni mencapai 8.434,40 hektare. Selanjutnya, Kabupaten Pelalawan dengan luas 4.629,39 hektare.
"Kemudian, di Indragiri Hilir tercatat luas karhutla mencapai 963,02 hektare, Dumai 556,01 hektare, Indragiri Hulu 552,37 hektare, dan Rokan Hilir 452,53 hektare," katanya.
Selanjutnya, luas karhutla di Kabupaten Siak mencapai 339,66 hektare, Kepulauan Meranti 209,45 hektare, Kampar 140,66 hektare, Kota Pekanbaru 93,63 hektare, Kuantan Singingi 69,07 hektare, dan Rokan Hulu 33,96 hektare.
Khusus pada Kamis (27/8/2026), Edy mengatakan terdapat penambahan 171 titik panas (hotspot) di Riau. Sementara itu, luas karhutla bertambah 8,88 hektare.
"Wilayah dengan penambahan hotspot tertinggi adalah Pelalawan sebanyak 72 titik, dengan luas karhutla yang masih dalam perhitungan. Kemudian, Indragiri Hilir 53 titik tanpa penambahan luas karhutla, serta Siak sebanyak 18 hotspot dengan luas karhutla mencapai 4 hektare," katanya.
Selanjutnya, Kuantan Singingi tercatat 12 hotspot dengan penambahan luas karhutla mencapai 0,09 hektare. Dumai terdapat satu hotspot tanpa penambahan luas karhutla. Sementara itu, Kota Pekanbaru tercatat satu hotspot dengan penambahan luas karhutla mencapai 2,19 hektare.
"Untuk upaya penanganan, kemarin petugas melakukan pemadaman di empat titik api, pendinginan di sembilan titik asap, dan lima titik dinyatakan padam. Personel gabungan dari BPBD, MPA, TNI, Polri, dan masyarakat juga dikerahkan di sejumlah daerah," pungkasnya.

Posting Komentar