Satpol PP Riau Perkuat Tim Gabungan Tangani Karhutla di Siak


SIAK, Lintasmelayu.comSatuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Riau terus melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sukamulya, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, sejak Sabtu lalu. Upaya tersebut dilakukan untuk memadamkan titik api dan mencegah meluasnya dampak asap di wilayah tersebut.

Pengerahan personel tersebut merupakan tindak lanjut atas instruksi Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur Riau. Sebanyak 15 personel Satpol PP Provinsi Riau diturunkan untuk bergabung dengan tim gabungan di lokasi karhutla.

Kepala Satpol PP Provinsi Riau Sri Sadono mengatakan, pengerahan personel dilakukan untuk mempercepat penanganan kebakaran di wilayah tersebut.

“Sesuai dengan arahan Bapak Plt. Gubernur Riau untuk mengerahkan personel dalam membantu penanganan karhutla. Kita ada 15 orang di Dayun dan bergabung dengan tim gabungan di lokasi,” kata Sri Sadono, Kamis (10/9/2026).

Untuk mencapai lokasi kebakaran, petugas harus menggunakan jalur air karena akses darat menuju titik api tidak dapat dilalui kendaraan roda empat. Perahu digunakan untuk membawa personel dan perlengkapan pemadam ke lokasi.

“Untuk mobilisasi, tim Satpol PP menggunakan perahu bantuan dari Dinas Sosial Provinsi Riau. Sementara untuk tempat tinggal sementara, personel tinggal di Kantor Desa Sukamulya, Kecamatan Dayun selama bertugas,” ujar Sri Sadono.

Sri Sadono mengatakan kondisi kesehatan seluruh personel yang bertugas sejauh ini tetap baik. Petugas terus melakukan pemadaman untuk mengendalikan kebakaran dan mengurangi dampak asap.

“Alhamdulillah, anggota semuanya sehat. Kita terus memaksimalkan upaya pemadaman. Kita juga meminta doa dan dukungan masyarakat supaya api cepat padam dan kualitas udara semakin membaik,” ujarnya.

Untuk mendukung pemadaman, petugas menyiagakan empat unit pompa ministiker, satu unit pompa apung, serta dua unit mesin pompa berkapasitas 8 HP. Selain itu, disiapkan tiga kendaraan roda empat dan satu perahu fiber sebagai sarana pendukung.

Penugasan 15 personel tersebut direncanakan berlangsung hingga Sabtu. Jika kondisi di lapangan masih membutuhkan penanganan, personel akan digantikan oleh tim berikutnya sesuai standar operasional.

“Mereka sudah hari keenam di Dayun, rencana sampai Sabtu. Jika masih dibutuhkan, akan diganti dengan personel yang lain karena batas maksimal bertugas di lapangan hanya tujuh hari,” tutur Sri Sadono.

Menurut Sri Sadono, salah satu kendala dalam proses pemadaman adalah jarak titik api yang cukup jauh dari sumber air. Namun, ketersediaan air di kanal terdekat masih mencukupi untuk mendukung proses pemadaman.

“Sementara hanya itu kendalanya. Kalau air di kanal masih ada, walaupun harus menggunakan selang panjang untuk bisa mencapai titik api,” katanya.

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Satpol PP Riau Perkuat Tim Gabungan Tangani Karhutla di Siak
  • Satpol PP Riau Perkuat Tim Gabungan Tangani Karhutla di Siak
  • Satpol PP Riau Perkuat Tim Gabungan Tangani Karhutla di Siak
  • Satpol PP Riau Perkuat Tim Gabungan Tangani Karhutla di Siak
  • Satpol PP Riau Perkuat Tim Gabungan Tangani Karhutla di Siak
  • Satpol PP Riau Perkuat Tim Gabungan Tangani Karhutla di Siak

Posting Komentar