Kabut Asap Menyelimuti Pekanbaru, Pemko Kembali Gelar Salat Istisqa



PEKANBARU, Lintasmelayu.comDi tengah kepungan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru kembali menggelar salat istisqa untuk memohon hujan.

Salat meminta hujan tersebut digelar di halaman Masjid Agung Al Firdaus, Kompleks Perkantoran Pemerintah Kota Pekanbaru, Tenayan Raya, Selasa (8/9/2026).

Seluruh aparatur sipil negara (ASN) Pemko Pekanbaru mengikuti salat istisqa dengan khidmat. Mereka memanjatkan doa agar hujan segera turun sehingga kabut asap yang menyelimuti Kota Pekanbaru dapat berkurang.

Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru Zulhelmi Arifin mengatakan berbagai upaya telah dilakukan pemerintah bersama pihak terkait untuk menangani dampak kabut asap.

Sejumlah pihak, kata dia, juga telah melakukan operasi modifikasi cuaca sebagai salah satu upaya untuk memicu turunnya hujan.

"Tapi kita hanya manusia biasa, hanya bisa berikhtiar dan berdoa. Allah yang menurunkan hujan, Allah yang punya kuasa. Kita bermohon agar diturunkan hujan yang membawa keberkahan, yang menyegarkan dan menghilangkan asap," kata Zulhelmi Arifin seusai mengikuti salat istisqa.

Zulhelmi menyebutkan, saat ini tidak terdapat titik panas atau hotspot di Kota Pekanbaru. Namun, kabut asap yang muncul masih merupakan asap kiriman dari daerah lain yang masih terdapat titik api.

Untuk wilayah Provinsi Riau, berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), masih terdapat 156 titik api yang tersebar di Kabupaten Pelalawan dan Bengkalis.

"Untuk Pekanbaru sendiri zero hotspot. Cuma arah angin mengarah ke kita," ujarnya.

Ia menjelaskan, arah angin saat ini membawa asap dari wilayah selatan Sumatra menuju utara. Kondisi tersebut menyebabkan Pekanbaru masih terdampak kabut asap meski tidak terdapat titik api di wilayah kota.

BMKG juga memprediksi hujan akan turun di wilayah Pekanbaru pada Selasa (8/9/2026) hingga Rabu (9/9/2026).

Di sisi lain, Pemko Pekanbaru kembali menerapkan pembelajaran secara daring bagi peserta didik mulai tingkat PAUD hingga SMP. Kebijakan tersebut diambil menyusul kualitas udara Kota Pekanbaru yang berada pada kategori tidak sehat.

Pemko juga memperkuat penanganan dampak kesehatan akibat kabut asap. Sebanyak 21 puskesmas disiagakan sebagai posko utama penanganan dampak kabut asap.

Di seluruh puskesmas tersebut telah disiapkan masker dan obat-obatan untuk menangani gangguan kesehatan, khususnya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), yang berpotensi meningkat akibat memburuknya kualitas udara.j

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Kabut Asap Menyelimuti Pekanbaru, Pemko Kembali Gelar Salat Istisqa
  • Kabut Asap Menyelimuti Pekanbaru, Pemko Kembali Gelar Salat Istisqa
  • Kabut Asap Menyelimuti Pekanbaru, Pemko Kembali Gelar Salat Istisqa
  • Kabut Asap Menyelimuti Pekanbaru, Pemko Kembali Gelar Salat Istisqa
  • Kabut Asap Menyelimuti Pekanbaru, Pemko Kembali Gelar Salat Istisqa
  • Kabut Asap Menyelimuti Pekanbaru, Pemko Kembali Gelar Salat Istisqa

Posting Komentar